Karakteristik Generasi Z dalam Dunia kerja

Karakteristik Generasi Z dalam Dunia kerja

 

Satu generasi menggambarkan keadaan atau situasi di mana setiap individu mempunyai pengalaman hidupnya sendiri. Ia juga menggambarkan siapa diri kita dan bagaimana kita melihat dunia dari kacamata sendiri. Setiap generasi mempunyai karakteristik yang berbeda dari generasi sebelumnya (Lynn Lancaster and David Stillman, When Generation Collide, 5 Februari 2002).

 

Setiap Generasi mempunyai, karakteristik, budaya, nilai, ketertarikan akan suatu hal yang berbeda beda, sampai pada sudut pandang berpikir dan ber-organisasi  yang mempunyai ciri khas tersendiri disetiap generasinya.

 

Dalam teori generasi (Generation Theory) yang dikemukakan Graeme Codrington & Sue Grant-Marshall, Penguin, (2004) dibedakan 5 generasi manusia berdasarkan tahun kelahirannya, yaitu:

  1. Generasi Baby Boomer, lahir 1946-1964;

  2. Generasi X, lahir 1965-1980;

  3. Generasi Y, lahir 1981-1994, sering disebut generasi millennial;

  4. Generasi Z, lahir 1995-2010 dan

  5. Generasi Alpha, lahir 2011-2025.

 

Kelima generasi tersebut memiliki perbedaan pertumbuh kembangan kepribadian.

Salah satunya adalah Generasi Z dimana merupakan generasi yang lahir dalam rentang tahun 1995 sampai dengan tahun 2010 masehi. Generasi ini merupakan generasi peralihan Generasi Y dengan teknologi yang semakin berkembang. Beberapa diantaranya merupakan keturunan dari Generasi X dan Y.

Generasi Z disebut juga iGeneration, generasi net atau generasi internet. Mereka memiliki kesamaan dengan Generasi Y, tapi mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti nge-tweet menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan mendengarkan musik menggunakan headset. Apapun yang dilakukan kebanyakan berhubungan dengan dunia maya. Sejak kecil mereka sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka.

Saat ini, rata-rata tenaga kerja aktif berasal dari tiga generasi sekaligus berada di satu tempat pekerjaan yang sama, yaitu generasi Baby Boomers, generasi X, dan generasi Y. Namun seiring dengan berjalannya waktu, terjadi pergeseran generasi Baby Boomers yang mulai memasuki masa pensiun dengan generasi Z yang mulai masuk ke dunia profesional.

 

Bagi Generasi Z Faktor paling penting yang dipertimbangkan dalam tahap mencari perusahaan potensial adalah natur pekerjaan dan work-life balance. Lalu generasi Z lebih banyak mencari ‘kepuasan’ dan ‘kesenangan’ di luar lingkup kerja, seperti dalam komunitas atau lingkaran pergaulan mereka. Akhirnya, dalam setiap kesempatan, generasi Z akan cenderung menghabiskannya untuk kegiatan yang sifatnya memuaskan entertainment pribadi dibanding membangun karir formal. Dapat disimpulkan bahwa penekanan pada keseimbangan jam kerja pada dua generasi ini merupakan sebuah poin penting yang harus diperhatikan perusahaan.

Dalam tahap retensi pekerjaan, hubungan yang baik dengan boss merupakan faktor krusial yang sama pentingnya dengan jumlah penghargaan dan kompensasi pekerjaannya. Semua faktor ini juga semakin membuktikan nature generasi Z yang cenderung social dan mencari pembuktian diri. Perusahaan baiknya memfasilitasi lingkungan kerja yang dinamis dan menciptakan hubungan antar pekerja yang harmonis.

Mereka tidak suka adanya gangguan emosional yang berasal dari komentar-komentar yang ofensif. Akan banyak pertanyaan dari mereka kepada perusahaan tentang bagaimana perusahaan menciptakan lingkungan yang aman, namun penting juga untuk tetap mendidik mereka tentang realitas bisnis dan pekerjaan.

 

 

Sehingga Perbedaannya adalah jika generasi Y adalah generasi yang berorientasi pada masa depan, maka generasi Z tumbuh menjadi generasi yang lebih realistis atau berorientasi pada masa sekarang. Generasi Z lebih fokus menemukan pekerjaan impian daripada stabilitas finansial. Perusahaan secara kreatif dapat menciptakan penawaran kerja dan jalur karir yang spesifik untuk menarik kandidat generasi Z yang lebih kompetitif dan matang daripada generasi sebelumnya.

Berdasarkan persentase menunjukan bahwa , generasi Z memiliki tingkat kesetiaan yang rendah pada suatu pekerjaan, hal ini menunjukan bahwa generasi Z sangatlah selektif dalam memilih sebuah pekerjaan, penentuan sebuah karir bagi generasi Z haruslah sesuai dengan apa yang mereka inginkan, bagi generasi Z memilih pekerjaan yang sesuai dengan keinginan mereka sangatlah penting untuk tetap bisa mengembangkan diri mereka dibidang yang mereka sukai. Maka tak banyak dari generasi Z yang mampu bertahan lama dalam satu perusahaan tertentu, mereka akan lebih mencari pekerjaan yang sesuai atau pun membuat hobi mereka menjadi suatu yang dapat menghasilkan uang.

 

 

 

perusahaan harus mampu menjadi Talent Management melalui HRD yang mengurusi manajemen kompetensi dan performance, dan rencana suksesi. Menghadapi talenta periode 1946-1964 (Baby Boomers), HRD hanya berfokus pada Business Function, kemudian berubah menjadi Business Partner dalam menghadapi Gen X (1965-1980), dan kini berfokus pada Business Integration dalam menghadapi Gen Y (1981-1995), tentunya dituntut bertransformasi juga saat nanti menghadapi Gen Z yang lebih matang dan kritis.

Sehingga Saat ini sebuah perusahaan dengan memahami karakteristik dari generasi Z harus bersiap untuk menciptakan lingkungan kerja yang menarik bagi pekerja generasi baru ini, serta harus mampu memaksimalkan potensi mereka. Generasi Z memiliki banyak potensi dalam kekuatan tenaga kerja di masa mendatang, namun mereka membutuhkan dukungan dari manajemen SDM maupun pimpinan mereka untuk membantu mereka sukses di dunia kerja di luar ruang kelas dan juga

 

 

 

Artikel Terkait :

Perubahan Peran Sumber Daya Manusia Dalam Perubahan Organisasi

Membangun Keunggulan Kompetitif Melalui Pengembangan Organisasi

4 Ways To Create A Learning Culture On Your Team

How To Make Sure Agile Teams Can Work Together

 

 

Rujukan :

https://smart-money.co/lifestyle/urusan-kesetiaan-di-kantor-generasi-z-paling-tak-setia

http://samahitawirotama.com/en/ekspektasi-generasi-z-di-dunia-kerja/

https://glints.com/id/lowongan/generasi-z-masuk-dunia-kerja/

https://www.silabus.web.id/generasi-z-berdasarkan-teori-generasi/

https://id.wikipedia.org/wiki/Generasi_Z

 

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *