Cara Menyelaraskan Strategi Organisasi Dalam 3 Langkah Sederhana

Hampir semua organisasi selalu membuat rencana bisnis yang cerdas dan menyeluruh, juga sesuai dengan alurnya. Pada bulan-bulan atau bahkan tahun-tahun berikutnya, bagaimanapun juga, beberapa aspek pasti akan menjadi kurang modern, dan tetap setiap pada rencana lama akan merusak prospek pertumbuhan bisnis masa depan. Oleh karena itu sebuah organisasi membutuhkan cara bagaimana cara agar sebuah strategi dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

 

Pada intinya, strategi adalah tentang penyelarasan. Ini bertujuan untuk menciptakan keseluruhan yang koheren dari semua bagian yang berbeda dari organisasi. Ini tidak berarti bahwa setiap orang dalam organisasi harus berpikir sama atau bahkan setuju dengan strategi. Hal itu berarti, segala sesuatu yang dilakukan organisasi, dengan satu atau lain cara menambah sesuatu yang koheren dan juga selaras dengan lingkungan organisasi.

Ini kedengarannya bagus, tetapi membuat peraturan jauh lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Dan banyak orang lain mengatakan ini sebelumnya. Ini bahkan menghasilkan apa yang kita sebut paradigma “strategy as alignment” dengan model 7S McKinsey sebagai kerangka kerjanya yang terkenal. Model ini mengatakan bahwa nilai-nilai, strategi, struktur, sistem, keterampilan, staf, dan gaya yang dibagikan organisasi semuanya harus diselaraskan dan diarahkan ke arah yang sama. Dibawah ini ada 3 (tiga) langkah sederhana untuk menyelaraskan strategi organisasi, diantaranya:

  • Langkah 1: Pahami Strategi Organisasi

Hal pertama yang di butuhkan adalah mengetahui apa yang harus disejajarkan. Ini berarti bahwa organisasi memerlukan pemahaman yang baik tentang unsur-unsur strategi yang disusun dan seperti apa menjalankan strategi tersebut. Sketsa Strategi adalah penguraian strategi visual menjadi sepuluh elemen intinya (value proposition, customers & needs, competitors, resources & competences, partners, revenue model, risks & costs, values & goals, organizational climate, dan trends & uncertainties). Hal ini menunjukkan bagaimana strategi dibangun dari sepuluh elemen kunci dan bagaimana sepuluh elemen ini bersatu.

 

  • Langkah 2 : Tentukan value proposition perusahaan

Elemen tunggal ini yang menentukan kontribusi organisasi dan alasan intinya untuk eksis dan bersaing di pasar. Oleh karena itu, itu harus menjadi dasar untuk strategi baru dan lebih baik organisasi. Ada beberapa alat yang tersedia untuk mendefinisikan proposisi nilai secara kualitatif. Contohnya adalah “Value Proposition Canvas” oleh Osterwalder dan rekannya Mat Shore dengan “Six Elements of a Value Proposition”. Untuk pendekatan yang lebih kuantitatif, organisasi juga dapat menggunakan “Canvas Strategy” yang merupakan bagian dari “Blue Ocean Strategy” karya Kim dan Mauborgne. Dengan menggunakan alat-alat seperti ini, organisasi dapat menentukan seperti apa value proposition organisasi dan seperti apa seharusnya. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mendasarkan value proposition pada kebutuhan (calon) pelanggan sambil membandingkannya dengan alternatif yang bersaing dan kemampuan organisasi.

 

  • Langkah 3: Sejajarkan elemen lain dengan value proposition

Setelah organisasi mengetahui seperti apa strategi yang akan digunakan saat ini dan masa depan. Dengan sepuluh elemen, ada sekitar satu juta kombinasi yang perlu organisasi pertimbangkan untuk mencapai keselarasan yang sempurna. Bagaimanapun, itu berarti bahwa setiap elemen strategi organisasi harus sejajar dengan setiap elemen lainnya. Itu tidak terlalu praktis. Namun, dengan proposisi nilai sebagai elemen inti, menciptakan penyelarasan jauh lebih sederhana — tidak mudah, tetapi jauh lebih sederhana karena pada kenyataannya sebuah organisasi hanya melihat sembilan hubungan. Jadi, organisasi dapat menelusuri sembilan elemen lainnya satu per satu, menilai seberapa baik elemen-elemen itu sudah selaras dengan value proposition dan mengidentifikasi cara untuk menyelaraskannya dengan lebih baik.

 

Adopsi dari Jeroen Kraaijenbrink (Forbes, 14 Juni 2019)

 

Artikel lainnya :

This is How the Future of Work-Life Balance Will Look Like

Menggunakan Matrix RACI Dalam Pembagian Tugas Dan Tanggung Jawab Pelaksanaan Kegiatan

Structure Follow Strategy

 

 

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *