Mengkomunikasikan Strategi Perusahaan di Tengah Pandemi

Di tengah pandemi virus Corona yang telah melanda sejak awal tahun 2020 di seluruh dunia, perusahaan dihadapkan kepada kemampuan diri untuk beradaptasi terhadap situasi ini. Strategi yang dilakukan perusahaan menjadi berubah seiring dengan berubahnya cara masyarakat dalam menjalani kehidupannya. Perubahan strategi ini harus dilakukan agar apa yang menjadi tujuan dari perusahaan, dapat tetap tercapai walaupun banyak tantangan baru yang dihadapi.

Perubahan-perubahan strategi ini sangat cepat mengikuti kondisi ekonomi secara makro dan mikro seperti pembatasan perdagangan, pembatasan transaksi, keterbatasan finansial dan sebagainya. Perubahan-perubahan ini harus dikomunikasi dengan cepat dan tepat sampai ke level di bawah, sehingga seluruh organ perusahaan dapat ikut bergerak mengikuti arah yang ditetapkan manajemen. Namun yang menjadi pertanyaan, bagaimana agar strategi-strategi tersebut tidak hanya sampai tetapi juga dimengerti seluruh lapisan perusahaan.

          Dalam mengkomunikasikan strategi tersebut, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar strategi yang ditetapkan dapat dilakukan.

  • Visi dan Misi harus disosialisasikan kepada seluruh karyawan

Visi adalah keadaan organisasi yang diharapkan dapat terwujud di masa depan. Sedangkan Misi adalah alasan keberadaan suatu organisasi. Dengan dikomunikasikan secara terus menerus, setiap karyawan mengetahui harapan atau tujuan dari perusahaan. Maka diharapkan karyawan tidak hanya tahu, tetapi dapat bertanggung jawab sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan perusahaan.

  • Definisikan strategi secara tajam tetapi ringkas

Strategi adalah sekumpulan aktivitas yang dipilih oleh sebuah perusahaan dalam rangka menghasilkan nilai tambah bagi pelanggan dan nilai yang berbeda daripada kompetitor. Dalam menyusun strategi perlu disusun berdasarkan 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal atau secara sederhana apa yang menjadi peluang, kekuatan, ancaman, dan tantangan yang perlu dihadapai dan dijalankan sehingga strategi menjadi tepat sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan perusahaan.

  • Buat strategi tersebut ke dalam perspektif dan sasaran-sasaran yang mudah dimengerti

Strategi yang telah didefinisikan sebelumnya dapat dibuat menjadi sasaran-sasaran yang terbagi menjadi beberapa perspektif. Bila menggunakan framework Balanced Scorecard, dapat dibagi menjadi 4 perspektif yaitu Financial, Customer, Internal Process, dan Learning & Growth. Pembagian perspektif ini harus melihat hubungan sebab dan akibat antara perspektif dan sasaran-sasaran yang ada.

  • Buat KPI yang menjadi tolak ukur setiap sasaran

KPI atau Key Performance Indicator adalah alat ukur yang digunakan untuk melihat sejauh mana sasaran yang dituju tercapai.

KPI yang digunakan haruslah relevan dengan sasaran yang dituju. KPI ini perlu dilengkapi dengan target, sehingga pencapaian dapat lebih terarah sesuai dengan target yang ada.

  • Strategic initiative dapat dibuat untuk mendukung tercapainya sasaran-sasaran strategis

Dengan adanya Sasaran-KPI-Strategic Initiatives, maka strategi dapat terlihat hubungannya dan terukur.

Secara singkat dengan adanya alat atau framework yang dapat menerjemahkan strategi ke dalam bentuk yang mudah dipahami semua layer di dalam perusahaan. Setiap karyawan dapat terarah sesuai dengan dengan sasaran-sasaran yang ada. Hal yang paling penting dari mengkomunikasikan strategi ke semua layer perusahaan adalah adanya review meeting yang dilakukan secara rutin. Sehingga pencapaian setiap sasaran dapat termonitor dan dapat dilakukan initiative guna meningkatkan tercapainya sasaran yang ada.

Artikel lainnya:

Mendobrak “Ego Sektoral” dengan Proses Bisnis

Sudut Pandang Dewan Direksi terhadap Pandemi Covid-19

Langkah Persiapan ISO 9001:2015

Post Author: Lukas Danny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *