JASA KONSULTAN MANAJEMEN ISO 9001:2015 JAKARTA

MEMBANGUN SISTEM MANAJEMEN MUTU BERDASARKAN ISO 9001:2015

Sejak tanggal 15 September 2015, IOS (International Organization for Standardization) telah menerbitkan standar internasional terkait sistem manajemen mutu, yaitu ISO 9001:2015 yang merupakan standar sistem manajemen mutu edisi kelima. Semua standar internasional yang diterbitkan IOS merupakan subyek untuk dilakukan review dan perubahan secara berkala. Review dan perubahan harus mengikuti kaidah yang telah diatur oleh IOS. Review dan perubahan ini dilakukan dalam rangka untuk mengimbangi standar dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi, serta relevansi terhadap industry dan lingkungan makro organisasi yang mengadopsi sistem manajemen mutu ini (TUV-SUD: 2015). Secara spesifik review dan perubahan ISO 9001:2015 kali ini adalah bertujuan untuk:

1. Memudahkan integrasi dengan sistem manajemen lainnya.
2. Menyediakan pendekatan yang integrative terhadap konsep manajemen organisasi.
3. Menyediakan fondasi yang konsisten untuk masa sepuluh tahun ke depan.
4. Mencerminkan kompleksitas dari lingkungan dimana organisasi beroprasi dewasa ini.
5. Memastikan standar internasional ini memenuhi kebutuhan seluruh bidang organisasi yang hendak mengadopsinya.
6. Meningkatkan kemampuan organisasi dalam upaya memuaskan pelanggan.

Standar internasional ISO 9001:2015 terdiri dari dua bagian utama dan lampiran, yaitu bagian penjelasan (bab 0 sampai bab 3) dan bagian persyaratan (bab 4 sampai bab 10), serta lampiran-lampiran.
Bagian penjelasan terdiri dari:
bab 0. Pengantar
bab 1. Ruang Lingkup
bab 2. Referensi Normatif dan
bab 3. Terminologi dan Definisi
Bagian persyaratan terdiri dari:
bab 4. Konteks Organisasi
bab 5. Kepemimpinan
bab 6. Perencanaan Sistem Manajemen Mutu
bab 7. Pendukung
bab 8. Operaional
bab 9. Evaluasi Kinerja
bab 10. Peningkatan

Ciri dari standar ISO 9001:2015 ini jika dibandingkan dengan standar pada versi sebelumnya adalah makin sedikitnya persyaratan yang ditentukan. Walaupun jumlah bab persyaratan bertambah, hal ini tidak mencerminkan persyaratan yang lebih banyak. Penambahan jumlah bab persyaratan adalah karena penyesuaian struktur bab dengan struktur dalam Annex SL, yaitu suatu High Level Structure (HSL) yang merupakan acuan dasar yang sama bagi semua struktur sistem manajemen yang diterbitkan oleh IOS. Secara khusus dalam persyaratan dokumen, tidak ada lagi kewajiban untuk membuat prosedur wajib pengendalian dokumen (document control). Terminologi pengendalian dokumen (document control) diganti dengan informasi terdokumentasi (documented information)

Gambar Kepemimpinan dalam Sistem Manajemen Mutu berdasarkan ISO 9001:2015 Sumber: BSI Group. 2015. ISO Revisions Whitepaper - The Importance of Leadership in the new ISO revisions. http://www.bsigroup.com/en-ID/ISO-9001/ISO-9001-revision/

Standar ISO 9001:2015 merupakan standar internasional yang lebih komprehensif dalam mengakomodasi kepentingan organisasi baik bidang manufaktur maupun bidang jasa. Pada standar ISO 9001:2008 istilah produk dipakai sebagai generalisasi untuk semua kategori dari hasil organisasi.Sedangkan pada ISO 9001:2015 istilah produk dilengkapi dengan produk dan pelayanan. Sehingga pasal-pasal persyaratan telah dipikirkan untuk dapat diaplikasikan lebih konkrit kepada bidang pelayanan jasa. Bahkan pada beberapa pasal terminologi pelayanan diatur secara spesifik untuk menunjukkan kepada kegiatan dibidang jasa. ada standar ISO 9001:2008 tidak ada pasal peryaratan khusus terkait dengan kepemimpinan, melainkan pasal yang berbicara tanggungjawab manajemen (management responsibility). Dalam starandar ISO 9001:2015 pasal persyaratan terkait kepemimpinan dikembangkan secara eksplisit dan spesifik, yaitu pada pasal 5. Sejalan dengan hal tersebut pasal yang mengatur tentang wakil manajemen (management representative) pada standar ISO 9001:2008 sudah tidak ada lagi dalam standar ISO 9001:2015. Kepemimpinan melekat kepada pimpinan puncak organisasi dan tidak dapat didelegasikan kepada pihak lain dalam organisasi terkait dengan kepemimpinan dan komitmen terhadap sistem manajemen mutu. Pemimpin perlu menggerakkan organisasi dengan cara memberdayakan (empowering) seluruh komponen organisasi secara sistematis dan terencana melalui perangkat structural dan kultural organisasi.
 Hal spesifik lainnya yang membedakan ISO 9001:2015 dari standar ISO 9001 sebelumnya adalah pada konsep pembelian dari supplier. Istilah supplier dalam ISO 9001:2015 berubah menjadi penyedia ekternal (external provider). Pasal persyaratan yang mengatur hal ini terdapat pada pasal 8.4. Pengendalian produk dan layanan yang disediakan eksternal. Dalam pasal ini diatur terkait bagaimana organisasi harus memastikan bahwa proses yang disediakan secara eksternal, produk, dan pelayanan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.
 Pada pasal 4 persyaratan dari standar ISO 9001:2015, menekankan kewajiban organisasi untuk memahami organisasi itu sendiri beserta konteksnya. Pasal 4.1 berbunyi; “Organisasi harus menetapkan isu-isu eksternal dan internal yang relevan dengan tujuan dan arah strategis dan yang mempengaruhi kemampuannya untuk mencapai hasil yang diinginkan dari sistem manajemen mutu.” Dalam Bahasa yang lebih umum, organisasi perlu melakukan penilaian (assessment) terhadap lingkungan ekternal berupa ancaman dari luar serta melakukan penilaian terhadap sumberdaya yang dimiliki dalam perusahaan sehingga memahami kekuatan dan kelemahan yang ada di dalam organisasi. Umumnya hal ini tertuang dalam rencana strategis organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa sistem manajemen mutu yang dikembangkan berdasarkan persyaratan ISO 9001:2015 memang telah menyentuh area strategis organisasi, dimana pada persyaratan ISO 9001:2008 belum menyentuh hal-hal tersebut. Biasanya sistem manajemen mutu lebih dipahami sebagai suatu sistem operasional perusahaan dan tidak banyak berhubungan dengan strategi organisasi. Dalam hal ini standar ISO 9001:2015 telah memberikan persyaratan yang nyata terhadap hubungan strategi dan operasional organisasi seperti yang tertulis dalam bab 0.1 pengantar ISO 9001:2015 yang berbunyi; “Adopsi atas sistem manajemen mutu harus menjadi keputusan strategis bagi suatu organisasi. Sebuah sistem manajemen mutu yang kuat dapat membantu organisasi untuk meningkatkan kinerjanya secara keseluruhan dan membentuk komponen terintegrasi dari inisiatif pengembangan berkelanjutan.”
Baca Selengkapnya Artikel mengenai Standar Manajemen Mutu ISO 9001:2015 pada artikel berikut :


SISTEM MANAJEMEN ISO 9001:2015

HAL HAL BARU DALAM ISO 9001:2015

Cognoscenti Consulting Group merupakan perusahaan jasa konsultan ISO 9001:2015 dengan pengalaman membantu banyak organisasi, siap untuk membantu perusahaan anda dalam membangun sistem manajemen mutu berdasarkan ISO 9001:2015 dengan pemetaan proses bisnis, mengembangkan SOP yang terintegrasi, mengimplementasikannya, serta melakukan audit untuk untuk menilai kecukupan, kesesuaian, dan kinerja operasional perusahaan. Cognoscenti Consulting Group Merupakan perusahaan Jasa Konsultan yang memberikan Jasa Konsultasi Manajemen (management consulting) ke perusahaan Jasa Konsultan ada perusahaan atau organisasi yang ingin mengembangkan usaha dan bisnis nya hingga mencapai tujuan yang diharapkan, melalui pemberian jasa konsultasi SOP (standar operasional prosedur), konsultan bisnis proses, konsultan pengembangan SDM /sumber daya manusia, melalui metode penilaian balanced scorecard (balanced scorecard application). kami memberikan bimbingan dan jasa konsultasi bisnis kepada perusahaan atau organisasi semata-mata untuk membantu mereka agar memahami bagaimana strategi mengembangkan bisnis sesuai dengan ISO 9001:2015, dengan memberikan jasa konsultasi manajemen resiko, otomatisasi SOP, dan mempersiapkan perusahaan agar berhasil dalam mengimplementasikan e-Goverment Untuk diskusi dan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi (021) 29022128 / 29 atau mengirim email ke info@ccg.co.id