Bagaimana Memaksimalkan Strategi Di dalam Perusahaan Anda

Bagaimana Memaksimalkan Strategi Di dalam Perusahaan Anda
Diadaptasi dari artikel Harvard Business Review oleh Stephen Bungay
Diterjemahkan oleh Lukas Danny Tjitrabudi

Dalam beberapa dekade sejak Peter Drucker pertama kali mendesak eksekutif untuk mengelola perusahaan dengan tujuan yang didefinisikan, perusahaan telah menggantikan “Letter to the boss” atau menyampaikan tujuan dari bawah, yang terkenal dengan proses yang lebih rumit dan memakan waktu untuk menetapkan tujuan. Hasilnya biasanya merupakan ukuran dan target yang melimpah, akhirnya disepakati enam bulan ke tahun yang seharusnya mereka jalankan, yang pada akhirnya hanya menambah kebingungan tentang apa yang benar-benar penting bagi bisnis. Bagi kebanyakan manajer, pertanyaan besar yang belum terjawab tetap: Apa yang Anda ingin setiap manajer perlu lakukan? Dalam hal ini, akan terlihat bagaimana perusahaan anda melalui proses lima langkah pengarahan dan mengilustrasikannya dengan contoh.

 Jalan menuju Kebingungan Di kemas dengan Niat Baik

Sebagai contoh ada seorang yang bernama Joe. Joe adalah seorang bintang. Seorang insinyur, dia juga memiliki gelar MBA dan bekerja di perusahaan layanan informasi besar dan mapan. Setahun setelah pindah ke pengembangan produk, ia diminta untuk mendirikan pusat R & D di Asia. Dengan memperkenalkan penawaran baru yang lebih murah, perusahaan berharap dapat menangkis persaingan yang semakin ketat dari saingan yang lebih murah.

Enam bulan memasuki proyek, Joe mengadakan acara di luar kantor. Setelah mempresentasikan sasaran dan tantangan perusahaan, dia meminta orang-orang yang hadir untuk memikirkan bagaimana perusahaan dapat membantu bertemu dengan kebutuhan mereka. Setelah beberapa saat terdiam, salah satu teknisi senior mengangkat tangannya. “Saya tidak ingin terdengar negatif,” katanya, “tapi apa sebenarnya yang ingin kami capai?”

Joe menjadi tercengang. “Sangat jelas, bukan? Kami membuat pusat baru untuk mengembangkan produk berbiaya rendah. Kami punya dua tahun. Anda tahu situasinya, dan Anda tahu strategi perusahaan. Saya baru saja melewatinya. ”

“Tentu,” jawabnya, “tapi terus terang, saya masih bingung. Ada banyak hal dalam tujuan kami tentang nilai pemegang saham, menciptakan kembali diri kita, berpikir secara global, dan merangkul perubahan. Ada banyak hal tentang inovasi dan memberikan kepuasan pelanggan yang unggul, dan ada target untuk meningkatkan pendapatan, menurunkan biaya, dan meningkatkan margin. Namun yang dirasakan adalah level bawah mengalami resesi, pendapatan yang berkurang, margin keuntungan yang berkurang, pelanggan yang mulai komplain, dan mulainya pemutusan kerja untuk meminimalkan biaya. Ini menjadi pertanyaan dari level bawah, apa yang harus mereka lakukan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan itu.

Oleh karena itu pimpinan perusahaan dan level manajer perlu duduk bersama untuk merumuskan 5 hal

 

1. Tentukan tujuan yang ingin dicapai bersama

Dalam menentukan tujuan perusahaan, perlu dilihat tugas dan tujuan yang dicapai. Hal yang dapat dilihat adalah apa yang menjadi tugas perusahaan ini dan masing-masing divisi dan mengapa hal itu perlu dilakukan dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai. Namun sering kali manajer terjebak dengan apa yang dikerjakan bukan apa yang ingin dicapai oleh perusahaan.

 

2. Mencoba mendifinisikan lagi tujuan yang dicapai dengan melihat fakta-fakta yang ada di dalam perusahaan dan luar perusahaan

Dengan melihat fakta-dakta yang ada, setiap divisi dapat menentukan tujuan lebih spesifik lagi apa yang ingin dicapai dan apa yang perlu dilakukan oleh masing-masing divisi. Sebagai contoh jika perusahaan menginginkan biaya yang minimal, kecepatan pelayanan, maka divisi IT dapat membuat tujuaanya yaitu mengurangi waktu transaksi pelanggan sehingga pelayanan dapat menjadi cepat.

3. Tentukan ukuran yang ingin dicapai.

Setelah mengetahui tujuan yang diinginkan, perlu ditentukan ukuran-ukuran yang merefleksikan tujuan-tujuan tersebut tercapai sesuai dengan apa yang diinginkan. Sebagai contoh, kecepatan pelayanan dapat diukuran dengan Service level agreement.

 

4. Tentukan tugas-tugas atau langkah-langkah kecil yang sesuai dengan tujuan

Hal ini akan memudahkan dalam mencapai tujuan divisi dan perusahaan, karena hal-hal konkret dapat dijalankan sesuai dengan fakta-fakta yang dihadapi perusahaan.

 

5. Mengenali batasan-batasan yang ada

Setelah ditetapkan tujuan, ukuran dan langkah-langkah yang ada, perlu dilihat apakah semua itu realistis sesuai dengan kemampuan orang-orang yang ada di dalam divisi maupun perusahaan. Dengna diketahui batasan-batasan yang ada, maka dapat sasaran tersebut realistis dan dapat dicapai sesuai dengan kemampuan perusahaan.
Setelah strategi tersebut disusun, strategi tersebut perlu dikomunikasikan dan menerima masukan-masukan selama proses eksekusi dilakukan. Dengan adanya hal ini, maka berdampak kepada 3 hal, yaitu setiap divisi dapat memahami arah perusahaan bergerak. Kedua, pimpinan perusahaan menjadi jelas mengenai dampak terkecil yang akan dihadapi perusahaan dan dapat mengubahnya sesuai dengna kondisi yang ada. Ketiga, terjadinya keselarasan antara pimpinan dengan manajer dan antar manajer itu sendiri.

 

Artikel terkait : 

Bagaimana Tim Yang Paling Sukses Menjembatani Celah Pelaksanaan-Strategi

Is Anyone In Your Company Paying Attention To Strategic Alignment?

7 Pertanyaan Strategis: Pendekatan Sederhana Dalam Melakukan Eksekusi


 

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *