Balanced Scorecard: Melihat Pergerakan dan Perkembangan Kinerja Perusahaan

Balanced Scorecard adalah metode pengukuran hasil kerja yang digunakan perusahaan. Pada dasarnya, Balanced Scorecard (BSC) merupakan kartu berimbang yang digunakan sebagai media untuk mengukur aktivitas operasional yang dilakukan sebuah perusahaan. Dengan BSC, perusahaan menjadi lebih tahu sejauh mana pergerakan dan perkembangan yang telah dicapai. Adanya BSC juga membantu perusahaan untuk memberikan pandangan menyeluruh mengenai kinerja dari perusahaan.

Saat ini para manajer dalam perusahaan tentu mengenali dampak yang ditimbulkan dari tindakan terhadap kinerja. Namun jarang yang menganggap bahwa pengukuran sebagai bagian penting dari strategi perusahaan. Misalnya, eksekutif dalam perusahaan memperkenalkan strategi baru dan proses yang lebih inovatif sebagai terobosan baru bagi kinerja dalam perusahaan. Namun mereka masih menggunakan indikator keuangan jangka pendek yang sama yang telah digunakan selama beberapa periode, indikator yang digunakan masih sama dengan metode yang lama.

Penilaian kinerja merupakan hal yang esensial bagi perusahaan. Apabila perusahaan ingin memenangkan persaingan global yang semakin ketat, maka kinerja organisasinya harus mencerminkan peningkatan dari satu periode ke periode tertentu. Jelas pengukuran kinerja secara finansial saat ini tidak cukup untuk mencerminkan kinerja organisasi yang sesungguhnya, sehingga dikembangkan suatu konsep Balanced Scorecard.

 

Konsep Balanced Scorecard pada dasarnya merupakan penerjemahan strategi dan tujuan yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan dalam jangka, yang kemudian diukur dan dimonitor secara berkelanjutan. Konsep Balanced Scorecard mengukur kinerja suatu organisasi dari empat perspektif yaitu:

  1. Financial Perspective (Perspektif Keuangan)

Financial Perspective atau Perspektif Keuangan erat kaitannya dengan pemasukan dan pengeluaran perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan harus mampu mengelola keuangan dengan baik agar keuangannya terus stabil. Misalnya, biaya ooperasional, biaya produksi, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, termasuk keuntungan dari aktivitas penjualan. Baik pemasukan maupun pengeluaran, keduangan harus dicatat secara runtut dan jelas. Agar pihak keuangan dapat mengamati laju pertumbuhan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan. Ada tiga tolak ukur dalam perspektif keuangan, yaitu:

  • Pertumbuhan dari pertambahan yang didapatkan selama proses bisnis berlangsung.
  • Penurunan aset ke arah yang optimal dan memaksimalkan strategi investasi.
  • Penurunan biaya dan peningkatan produktivitas kerja.

Ketiga tolak ukur di atas dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menjalankan bisnis. Dengan begitu, pemilik perusahaan mengetahui di tahap mana perusahaan tersebut berada.

 

  1. Customer Perspective (Perspektif Pelanggan)

Customer Perspective atau Perspektif Pelanggan berkaitan erat dengan cara perusahaan melayani pelanggan. Dalam hal ini, setiap pelanggan harus diperlakukan secara layak. Dengan begitu, mereka merasa puas atas pelayanan yang diberikan. Adanya pelayanan yang bagus tentu akan meningkatkan loyalitas konsumen terhadap perusahaan. Sebaliknya, apabila pelayanan buruk, konsumen pasti mencari perusahaan lain yang meiliki sistem yang lebih bagus. Adapun ukuran yang ditetapkan perusahaan dalam perspektif pelangga, antara lain:

  • Seberapa besar omzet penjualan.
  • Tingkat keuntungan yang didapatkan perusahaan.
  • Berapa banyak pelanggan yang didapatkan.
  • Persentase loyalitas pelanggan terhadap produk.
  • Tingkat kepuasan pelanggan.
  • Kebutuhan pelanggan.

 

  1. Internal Process Perspective (Perspektif Proses Bisnis Internal)

Dalam Internal Process Perspective, perusahaan menilai seberapa besar ukuran dan sinergi dari setiap unit kerja. Untuk mengukur point ini, pemimpin  perusahaan harus rutin mengamati bagaimana kondisi internal dalam perusahaan. Kemampuan dan keahlian yang dimiliki setiap karyawan akan menghasilkan proses bisnis internal yang bagus. Selain bertambahnya jumlah konsumen, omzet dan keuntungan yang didapat perusahaan juga akan bertambah. Ada tiga hal yang perludiperhatikan dalam perspektif proses bisnis internal, antara lain:

  • Proses inovasi berkaitan dengan ide-ide terhadap produksi barang.
  • Proses operasi berkaitan dengan aktivitas dan rutinitas sehari-hari yang dilakukan bagian internal.
  • Proses pasca penjualan berkaitan dengan metode pemasaran yang tepat untuk meningkatkan omzet penjualan.

 

  1. Learning and Growth Perspective (Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan)

Karyawan menjadi elemen penting yang harus dijaga perusahaan. Tanpa adanya karyawan, proses pertumbuhan dan perkembangan perusahaan akan menghadapi banyak kendala. Karyawan juga  berfungsi sebagai pendukung dalam perspektif keuangan dan pelanggan. Karena itu, apa yang direncanakan perusahaan dapat mencapai target yang maksimal. Selain keberadaan karyawan, perusahaan juga perlu memmperhatikan sistem dan prosedur kerja yang seperti apa yang perlu diterapkan dalam internal perusahaan. Ada baiknya jika semua elemen terkontrol dan terkoordinasi dengan baik sehingga timbul keselarasan selama bisnis berlangsung. Ada tiga hal yang dijadikan tolak ukur dalam perspektif ini, antara lain:

  • Kapabilitas atau kemampuan karyawan.
  • Kemampuan mengelola sistem informasi
  • Motivasi, dorongan, dan garis tanggung jawab

Balanced Scorecard, pertama kali diusulkan dalam HBR edisi Januari-Februari 1992 (“The Balanced Scorecard-Measures that Drive Performance”), memberikan kerangka kerja komprehensif pada eksekutif dalam menerjemahkan tujuan strategis perusahaan ke dalam serangkaian ukuran kinerja yang koheren.

Manfaat Balanced Scorecard:

  1. Perencanaan Strategis yang lebih baik

Balanced Scorecard menyediakan kerangka kerja yang kuat untuk membangun dan mengkomunikasikan strategi. Model bisnis divisualisasikan dalam Peta Strategi yang membantu manajer untuk berpikir tentang hubungan sebab akibat antara beberapa tujuan strategis yang berbeda. Proses menciptakan peta strategis memastikan bahwa keberhasilan dalam suatu perusahaan bisa dicapai melalui serangkaian tujuan strategis yang saling terkait. Hal ini berarti bahwa hasil kinerja serta faktor pendukung kinerja diidentifikasi untuk membuat gambaran atuh tentang strategi perusahaan.

 

  1. Peningkatan Komunikasi Strategis dan Eksekusi

Adanya gambaran strategi bersama menyeluruh dan saling terkait tentu membuka peluang bagi perusahaan untuk mengkomunikasikan strategi secara internal dan eksternal. Dalam Balanced Scorecard setiap divisi dalam perusahaan harus berkolaborasi dengan divisi lain untuk bisa mencapai tujuan. Adanya Balanced Scorecard mendorong peningkatan komunikasi strategi dalam perusahaan, baik internal maupun eksternal. Kolaborasi dan keterlibatan staf dan pemangku kepentingan dalam perusahaan tentu akan berlangsung secara rutin dalam perusahaan. Tidak hanya itu, adanya saling keterkaitan antar divisi juga berdampak pada sistem kinerja perusahaan yang lebih terbuka dan dinamis.

 

  1. Penyelarasan Proyek dan Inisiatif yang lebih baik

Balanced Scorecard membantu organisasi memetakan proyek dan inisiatif ke dalam berbagai tujuan strategis yang berbeda, di mana pada akhirnya akan memastikan bahwa proyek dan inisiatif sangat terfokus pada penyampaian tujuan yang paling strategis.

 

  1. Informasi Manajemen yang Lebih Berkualitas

Pendekatan Balanced Scorecard membantu organisasi mendesain indikator kinerja utama untuk berbagai tujuan strategis perusahaan. Hal ini memastikan bahwa perusahaan mengukur apa yang sebenarnya penting untuk dilakukan. Penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan pendekatan Balanced Scorecard cenderung memiliki manajemen informasi dan pengambilan keputusan dengan kualitas yang lebih baik.

 

  1. Peningkatan Pelaporan Kinerja

Balanced Scorecard dapat menjadi panduan dari desain laporan perusahaan. Hal ini memastikan bahwa pelaporan manajemen berfokus pada isu-isu strategis yang penting dan membantu perusahaan melakukan monitoring dari pelaksanaan rencana perusahaan.

 

 

  1. Penyelarasan Organisasi yang Lebih Baik

Balanced Scorecard memungkinkan perusahaan untuk lebih menyelaraskan struktur organisasi mereka dengan tujuan strategis. Untuk melaksanakan rencana dengan baik, organisasi perlu memastikan bahwa semua unit bisnis dan fungsi pendukung bekerja menuju tujuan yang sama. Mengimplementasikan Balanced Scorecard ke dalam unit-unit tersebut akan membantu mencapai penyelarasan organisasi yang lebih baik dan menyelaraskan strategi dan operasional.

 

  1. Penyelarasan Proses yang Lebih Baik

Penerapan Balanced Scorecard yang baik juga membantu menyelaraskan proses organisasi seperti penganggaran, manajemen risiko dan analitik dengan prioritas strategis. Ini akan membantu menciptakan organisasi yang benar-benar berfokus pada strategi.

 

 

 

 

https://www.forbes.com/2008/04/29/small-business-management-ent-mange-cx_gm_0429genemarksmetric.html#28969f465e17

https://zahiraccounting.com/id/blog/apa-itu-balanced-scorecard/

http://demo.topcoachindonesia.com/2015/10/balanced-scorecard-adalah-pengukur-kinerja-bisnis-paling-baik/

https://www.cermati.com/artikel/4-perspektif-balance-scorecard-yang-bermanfaat-untuk-perusahaan

Post Author: Mega Dwi Handayani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *