Prioritas Strategi Ekseskusi

Untuk mewujudkan visi, nilai, dan tujuan dalam bentuk tindakan perlu menyusun strategi yang efektif

Dalam sebuah survei, pelaksanaan strategi yang dikembangkan sesuai dengan visi dan misi sebuah organisasi terkadang menjadi masalah utama yang tidak dapat diselasaikan oleh para eksekutif. Para eksekutif mengakui bahwa mereka mengalami kesulitan dalam pelaksanaan untuk mencapai apa yang disasar/dituju.

Sebagai contoh, keterlibatan perusahaan minyak dan gas, atau yang disebut Pasifik. Perusahaan ini memiliki permasalahan dalam penerapan strategi, dimulai dari dewan dan tim eksekutif yang pergi ke Hongkong dalam rangka “Strategy Retreat”. Strategy Retreat bertujuan untuk untuk memeriksa dan mengukur kemajuan perusahaan dalam mencapai rencana strategis. Perusahaan ini melakukan pembahasan selama tiga hari yang terdiri dari enam anggota dewan dan delapa eksekutif untuk mendengarkan presentasi, meninjau laporan keuangan dan mengembangkan 26 “Strategy Statement”. Dalam proses pengembangan, perusahaan tidak mengunakan kerangka teori hanya brainstorming. Setelah dua belas bulan berlalu, tidak ada strategy statement yang terekseskusi, akhirnya CEO memutuskan sudah waktunya untuk melakukan sesuatu.

Dari contoh diatas, ada beberapa langkah atau aturan untuk eksekusi strategi, diantaranya:

Persempit Fokus Perusahaan dan Strategy Statement

Dalam pelaksanaan strategi untuk mewujudkan visi, nilai, dan tujuan dalam bentuk tindakan perlu menyusun strategi yang efektif. Dimulai dari identifikasi masing-masing kapabilitas bagian/divisi dalam sebiah organisasi, lalu disusunlah konten atau eksekusi strategi yang fokus ingin dilakukan organisasi. Salah satu caranya adalah pemimpin harus aktif mendengarkan orang baik di dalam maupun di luar organisasi, serta memeriksa tren dalam lingkungan untuk mendapatkan keunggulan. Seorang pemimpin yang strategis akan dapat mempelajari peristiwa yang terjadi dan bertindak berdasarkan antisipasi atau bentuk pencegahan di masa yang akan datang.

Untuk penyusunan strategi yang fokus hendaknya perusahaan dapat menggunakan quantitative analysis untuk membantu menetapkan suatu arahan ke masa yang akan datang,sehingga harus berusaha untuk mengembangkan pandangan industri ke depan berdasarkan tren teknologi, demografi, aturan pemerintah, nilai-nilai, dan lainnya.

Komitmen Individu dalam Pencapaian Strategi

Sebuah perusahaan akan menjadi lebih jelas ketika berpikiran tentang siapa saja yang menjadi bagian dari perusahaan, apakah memungkinkan bagian tersebut (tenaga kerja, pemimpin dan semua elemen perusahaan) dapat mengejar tujuan-tujuan yang sudah digambarkan di dalam strategi perusahaan. Sehingga tidak adanya sifat pernyataan strategi bekerja berlawanan dengan pelaksanaannya. Mereka dikembangkan di tingkat organisasi tetapi menerapkannya melibatkan individu di departemen tertentu. Berikut teknik yang dapat dilakukan pada pencapaian strategi, diantaranya:

  1. Menciptakan komunikasi secara berkelanjutan antara orang-orang diseluruh organisasi, pimpinan hingga staff sehingga dapat memahami dan menginternalisasikannya,
  2. Menjelaskan hal-hal yang dikerjakan. Pemimpin menjelaskan mengapa mereka memutuskan untuk melakukan apa yang mereka lakukan. Pengikut sibuk melakukan pekerjaan sehari-hari dari organisasi dan sering tidak memikirkan gambaran besar. Para pemimpin harus membujuk orang-orang tentang alasan bisnis untuk visi dan strategi baru.
  3. Jelaskan apa arti perubahan yang dilakukan bagi setiap orang. Orang sering takut akan perubahan, dan itu termasuk ketakutan akan arah strategis baru.
  4. Menjelaskan apa saja yang tidak berubah. Seringkali merupakan ide yang baik untuk mengingatkan karyawan tentang kekuatan perusahaan, apa yang saat ini dikerjakan, dan apa yang tidak akan berubah.

Tunjuk Monitor

Ketika ada proses yang tidak konsisten, memang tidak lazim mendokumentasikan proses tersebut. Namun, titik awal yang baik adalah untuk mempertimbangkan proses didokumentasikan dan menilai apakah proses tersebut konsisten terhadap strategi manajemen yang akan dilakukan. Jika proses tersebut sudah sesuai dilakukan, kemudian pastikan akankah strategi dapat dilaksanakan dengan baik? Jika tidak, maka saatnya untuk memperbarui proses dan melakukan pelatihan menyeluruh untuk para staff.

Dengan mengikuti langkah atau aturan dalam eksekusi strategi tersebut, Para pemimpin dapat memastikan pelaksanaan eksekusi strategi lebih mulus. Visi, misi, nilai dan tujuan utama organisasi pun dapat dicapai sesuai rencana.

Adopsi dari Graham Kenny (HBR Article – 7 Januari 2020)

Artikel Lainnya:

Sudut Pandang Dewan Direksi terhadap Pandemi Covid-19

Pendekatan Strategis Untuk Mengubah Manajemen

Kepemimpinan di Saat Sulit

Sumber:

https://hbr.org/2019/10/5-simple-rules-for-strategy-execution

Post Author: Nurul Amalia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *