Pengetahuan (Knowledge) Manusia

Pengetahuan merupakan suatu kepercayaan yang diungkapkan dalam putusan-putusan berbentuk proposisi yang benar terhadap suatu realitas dari proses manusia mengetahui, dan kepercayaan tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara nalar. Karena manusia mempunyai minat dan kebutuhan untuk mengetahui, maka memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan untuk dapat hidup merupakan bagian dari cara berada manusia (knowing is a mode of being). Tujuan manusia dalam mencari pengetahuan adalah untuk menemukan bagaimana kenyataan dunia sekitar manusia sesungguhnya.

Terdapat beberapa sebab dan dasar pengetahuan dapat terbentuk dalam diri seseorang. Penyebab dasar yang pertama adalah berasal dari pengalaman. Pengalaman adalah keseluruhan peristiwa perjumpaan yang terjadi pada manusia dalam interaksinya dengan alam, diri sendiri, lingkungan sosial, dan seluruh fakta kenyataan hidup, termasuk di dalamnya adalah pengalaman akan Tuhan. Jadi hal yang mendasari dan yang memungkinkan adanya pengetahuan adalah pengalaman. Ada dua macam pengalaman, yaitu pengalaman primer dan pengalaman sekunder. Pengalaman primer adalah pengalaman langsung akan persentuhan inderawi seseorang dengan benda-benda konkrit dan peristiwa itu disaksikan atau dialami sendiri. Sedangkan pengalaman sekunder adalah pengalaman tidak langsung atau pengalaman reflektif terhadap pengalaman primer. Seiring bertambahnya pengalaman seseorang karena bertambahnya usia, maka dapat dipastikan bahwa pengetahuan seseorang akan bertambah. Namun bertambahnya pengalaman pribadi seseorang belum menjamin terjadinya pertumbuhan pribadi orang yang mengalaminya menjadi pribadi yang dewasa.

Dalam pandangan umum, inderawi manusia hanya dikenal sebagai panca indera, yaitu terdiri dari indera penglihatan dari organ mata, indera pendengaran dari organ telinga, indera perabaan dari organ kulit, indera penciuman dari organ hidung, dan indera pengecapan dari organ lidah. Ternyata pengalaman yang merupakan dasar dan penyebab terjadinya pengetahuan tidak hanya dikenal dari panca indera saja. Inderawi manusia ternyata lebih luas dari panca indera, yaitu juga termasuk indera keseimbangan, indera gerak, dan indera organik lainnya yang berkaitan dengan rasa sakit, lapar, haus, dsb.Pengalaman manusia tidak pernah terjadi dalam pengalaman inderawi murni. Pengalaman inderawi selalu sudah terjalin dengan akal dan pikiran seseorang. Pengalaman seseorang dikatakan bersifat sensitive intellective (inderawi akali). Pengalaman manusia dihayati dalam kesatuan analisis dan abtraksi yang berkaitan dengan persepsi. Suatu kesadaran inderawi yang terjadi dalam kesadaran inderawi akan suatu totalitas objek yang mendahului kesadaran ekplisit tentangnya dan mendahului kesadaran ekplisit tentang sifat-sifat komponennya disebut sebagai persepsi. Dalam persepsi, seseorang telah lebih dahulu memiliki kesadaran inderawi akan suatu totalitas objek sebelum secara ekplisit mengungkapnya. Persepsi adalah hasil kerja indera dalam (internal sense) atau indera pusat manusia. Sebuah persepsi terbentuk dengan cara wujud (forma) sebuah objek yang mendatangi (masuk ke dalam) kesadaran inderawi dan diolah dalam indera pusat (yang terdapat pola pikir / mind set) sedemikian rupa sehingga memberikan makna tertentu kepada subjek terkait totalitas (forma dan material) objek tersebut.

Selain pengalaman, ingatan seseorang juga merupakan faktor yang mendasari dan menyebabkan terwujudnya pengetahuan. Ingatan merupakan daya seseorang untuk menghadirkan kembali pengalaman akan suatu objek masa lalu ke dalam kesadaran inderawinya. Perlu kita pahami bahwa ingatan berbeda dengan imajinasi. Jika ingatan adalah daya yang mampu menghadirkan kembali, maka imajinasi adalah daya untuk menghadirkan suatu objek yang tidak hadir atau belum pernah hadir ke dalam kesadarannya. Jadi ingatan menghadirkan pengalaman masa lalu yang pernah dialami sebelumnya. Ingatan tidak selalu benar, oleh karena itu ingatan tidak selalu merupakan bentuk suatu pengetahuan. Kegiatan mengetahui selalu mengandung unsur penilaian subjektif. Seseorang akan tertarik dan berminat kepada objek yang diketahuinya karena selalu hal itu memiliki nilai. Maka subjek yang mengetahui perlu memiliki minat dan rasa ingin tahu tentang apa yang dialaminya. Rasa ingin tahu akan mendorong seseorang untuk bertanya dan melakukan penyelidikan atas apa yang dialaminya dan menarik minatnya. Oleh karena itu, mengajukan pertanyaan yang tepat merupakan langkah penting dalam memperoleh jawaban yang benar dan mendapatkan pengetahuan. Hanya orang yang menyadari ketidaktahuannya dan memiliki minat dan rasa ingin tahun akan bertanya dan berusaha mencari jawaban atas apa yang ia tanyakan. Kesadaran dan dorongan seperti itu merupakan hal yang mendasar bagi bertambahnya pengetahuan.

Pengetahuan manusia diungkapkan dalam bentuk bahasa. Maka bahasa juga merupakan faktor yang mendasari dan memungkinkan terwujudnya pengetahuan seseorang. Seluruh kegiatan berpikir manusia terkait erat dengan kemampuannya sebagai makhluk yang berbahasa. Pengetahuan manusia diungkapkan dan dikomunikasikan dalam bentuk bahasa. Berkat kemampuan berbahasa, manusia mampu mengembangkan pengetahuannya. Hal ini manusia bukan hanya dapat mengungkapkan dan mengkomunikasikan pikiran, perasaan, dan sikap batinnya saja, tetapi juga mampu menyimpan, mengingat kembali, mengulas, dan memperluas apa yang sampai sekarang telah diketahui. Faktor lain yang mendasari dan memungkinkan pengetahuan manusia terwujud adalah dengan penalaran. Penalaran merupakan proses bagaimana pikiran menarik kesimpulan dari hal-hal yang sebelumnya telah diketahui.

Secara umum pengetahuan merupakan segala sesuatu yang manusia ketahui dari pengalamannya atas realitas yang terjadi di sekitarnya. Fakta-fakta yang mewakili realitas tertentu kemudian ditangkap dalam bentuk data melalui upaya pencarian lewat kegiatan observasi atau pengumpulan data. Dalam hal ini, data merupakan representasi dari suatu fakta yang menjadi objek observasi. Data dapat berupa data kuantitatif, dimana fakta direpresentasikan dalam bentuk angka, misalnya ada 28 (dua puluh delapan) peserta yang mengikuti pelatihan dalam kelas ini. Data dapat pula merupakan data kualitatif berbentuk video atau foto, dimana jaman sekarang banyak sekali data kualitatif disajikan dari media sosial dalam kehidupan kita sehari-hari. Data disebut data primer apabila kita sendiri yang langsung mengumpulkan / mendapatkan data tersebut dari sumbernya. Atau dapat juga berupa data sekunder, jika kita merujuk kepada suatu acuan tertentu (misalnya buku/majalah/koran), dimana kita tidak melakukan pengukuran / pengumpulan langsung pada sumber datanya.

Data-data ini bersifat netral dan tidak memberikan arti apapun, sampai pada tahap kita melakukan analisa. Kegiatan analisa merupakan kegiatan memilah, mengelompokkan, menghubungkan, membandingkan, dan mengelola data tersebut sesuai dengan tujuan tertentu. Hasil analisa inilah akan mendatangkan informasi, yaitu sebuah data yang sudah mempunyai arti tertentu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Informasi yang dapat langsung kita gunakan untuk mengambil keputusan atau melakukan tindakan inilah yang disebut pengetahuan (knowledge). Jadi pengetahuan merupakan data dan informasi yang dapat dipakai secara langsung untuk mencapai tujuan tertentu.

Artikel lainnya:

Enam Komponen Penting dari Rencana Bisnis yang Baik

Prioritas Strategi Ekseskusi

6 Reasons Your Strategy Isn’t Working

Post Author: Martinus Tukiran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *