Tiga Pendekatan Proses Bisnis

Based on the Handbook on Business Process Management 1, Business Process Management (BPM) is a method for managing end-to-end processes that can create high-performing processes, much lower operating costs, higher speeds, greater accuracy, reduced assets, and increased flexibility. Companies typically use process management to monitor process performance and identify and fix these performance issues. The processes in each company or organization will continue to change and develop according to the needs of the company or organization. Many factors that make a company or organization must follow the times such as one of the technological advances. This is in line with the development of Business Process Management (BPM) as a method to help companies or organizations to have a well-defined end-to-end process.

Business Process Management (BPM) memiliki tiga pendekatan yaitu Tradisi Manajemen, Tradisi Kendali Mutu, dan Tradisi Teknologi Informasi, seperti gambar berikut:


Gambar 1. Tiga Tradisi Pendekatan Proses Bisnis

1. Tradisi Manajemen

Pada pendekatan ini, proses bisnis berfokus pada kinerja perusahaan secara keseluruhan dimana penekanannya adalah pada kegiatan penyelarasan strategi. Menurut Michael Porter, strategi terkait erat dengan bagaimana perusahaan mengatur aktivitas ke dalam rantai nilai yang akan menjadi dasar keunggulan kompetitif perusahaan. Rantai nilai berfokus pada sistem, dan bagaimana input diubah menjadi output yang dibeli oleh konsumen. Menggunakan sudut pandang ini, Porter menggambarkan rantai kegiatan umum untuk semua bisnis, dan ia membagi mereka ke dalam kegiatan primer dan dukungan, seperti gambar berikut:


Gambar 2. Rantai Nilai

Rantai nilai diatas merupakan strategi yang digunakan untuk mengalisis kegiatan internal perusahaan. Dengan kata lain, dengan melihat ke dalam kegiatan internal, analisis itu mengungkap di mana keunggulan kompetitif suatu perusahaan atau kekurangannya. Oleh karena itu, sebuah organisasi harus mengelola karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan harus didefinisikan dalam bentuk perencanaan strategi yang kinerjanya dievaluasi secara periodik. Perencanan strategi itu merupakan dasar pendekatan penyusunan proses bisnis.

2. Tradisi penyederhanaan pekerjaan dan kontrol kualitas

Pada pendeketan ini proses digunakan untuk menyederhanakan pekerjaan, dimana pekerjaan yang biasanya dilakukan dalam lima tahapan dapat disederhanakan dengan tiga tahapan contohnya, pada suatu perusahaan yang memiliki struktur organisasi berjenjang karyawan perlu meminta persetujuan kepada atasan secara berjenjang pula, oleh karena itu eksekusi baru dapat dilaksanakan setelah birokrasi persetujuan selesai. Dengan adanya pendekatan proses, kegiatan tersebut dapat disederhanakan dan di kontrol kualitasnya dengan menggunakan metode. Metode yang dapat digunakan dan yang berkembang saat ini yaitu Six Sigma dan Lean. Metode Six Sigma dikembangkan oleh Bill Smith dan Dr. Mikel J. Harry dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar Lean yang dibuat oleh W. Edwards Deming, Joseph Juran, Philip Crosby, Kaoru Ishikawa, dan Genichi Taguchi. Kedua metodologi ini biasa digabungkan oleh perusahaan yang merujuk pada pendekatan Lean Six Sigma. Lean Six Sigma dapat didefinisikan sebagai suatu filosofi bisnis, pendekatan sistemik dan sistematis untuk mengidentifikasikan dan menghilangkan pemborosan (waste) atau aktivitas – aktivitas yang tidak bernilai tambah (non-value-added activities) melalui peningkatan terus-menerus secara radikal (radical continous improvement) untuk mencapai tingkat kinerja enam sigma.

3. Tradisi Teknologi Informasi

Pada pendekatan ini, proses melibatkan penggunaan komputer dan aplikasi perangkat lunak (software) untuk mengotomatiskan proses kerja. Otomatisasi proses kerja ini bertujuan untuk mengurangi dokumentasi secara manual (dalam bentuk buku) dan mengubahnya dalam bentuk digital, sehingga pengguna dapat memantau alur atau rangkaian kegiatan secara visual dalam satu aplikasi proses bisnis.

Cognoscenti Consulting Group (CCG) mengembangkan aplikasi proses bisnis sendiri yaitu Progresia. Aplikasi teknologi informasi ini berguna untuk mengatur pendokumentasian proses bisnis dan standar operasional prosedur (SOP) perusahaan. Aplikasi ini mengintegrasikan semua proses bisnis, standar operasional prosedur (SOP), dan informasi dalam perusahaan. Aplikasi ini dirancang dalam basis web, sangat handal, ringan, dan ramah pengguna. Aplikasi ini juga mengatur kompleksitas proses bisnis. Semua proses bisnis dapat dijalankan dengan cara yang mudah, setiap hari dan oleh setiap orang.

Beberapa keuntungan menggunakan Aplikasi Progresia adalah;

– Meningkatkan produktivitas dan efisiensi kegiatan dalam perusahaan

– Pemantauan waktu kegiatan

– Menjamin standar pelayanan perusahaan secara konsisten

– Aplikasi yang ramah pengguna

– Aplikasi berbasis web

Info lebih lanjut dapat menghubungi di no. telp. 021-2902 2129, atau menghubungi saya di

0811-8177-358 (Cognoscenti Consulting Group’s Marketing).

Artikel Lainnya:

Implikasi Proses Bisnis dan SOP dalam Penyederhanaan Organisasi / Penyederhanaan Birokrasi

Bagaimana Membantu Perusahaan Memutar Strategis Bisnis Mereka

Penyusunan Peta Proses Bisnis di Kementerian Luar Negeri

Referensi:

  • Vom Brocke, Jan, Rosemann, Michael. 2010. Handbook on Business Process Management 1. Edisi ke-2, dua jilid. Springer-Verlag Berlin Heidelberg.
  • Heizer Jay, Render Barry. 2005. Operations Management. Jakarta: Salemba Empat.

Post Author: Liandita Reva

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *